Jumat, 29 April 2016

EKC NGEBLOG WEEK 25

ALOHA~

Hadir lagi dengan tema baru di WEEK 25 ini. Temanya adalah BOOK BECOME A MOVIE. Jadi di tema ini kita membahas tentang sebuah film yang diangkat jadi novel. Intermezo aja ya, menurut aku novel-novel yang diangkat menjadi film itu rata-rata punya plus minusnya. Ada yang filmnya kebanyakan minus, sampe ada yang filmnya malah lebih bagus dari novelnya. Sesuai ekspektasi lah. OK. Selamat menikmati novel-novel yang bakalan aku bahas ya :)

1. Moga Bunda di Sayang Allah (TERE LIYE)



Jujur aja, aku penggemar berat Tere Liye. Novelnya itu dalam banget kata-katanya. Novel yang ini sewaktu aku baca, sumpah merinding, ngeri, pokoknya bawaannya merinding terus. Bagaimana cerita tentang seorang anak kecil yang tidak bisa melihat, mendengar, bahkan berbicara. Bagaimana seorang pemuda yang berjuang untuk mengajari anak kecil itu.
Sewaktu nonton film ini, aku masih bisa merasakan sensasi-sensasi yang sama dengan saat aku membaca novelnya. Walaupun ada bagian-bagian yang dihilangkan, tapi aku bisa memaklumilah. Menurut aku film dan novel ini lumayanlah untuk ditonton.

2. 99 Cahaya di Langit Eropa ( Hanum salsabila & Rangga Almahendra)
 

Film ini sempat booming tahun kemarin. Siapa yang nggak tau, film yang memperlihatkan bagaimana usaha seorang muslimah saat di negeri eropa yang berupaya menjadi agen muslim yang baik. Film ini banyak banget mengandung unsur-unsur pengetahuannya. Dari hal-hal kecil yang berhubungan dengan islam, sampai monumen-monumen besar yang ternyata mempunyai sebuah misteri yang mengagumkan didalamnya.
Novel ini aku kenal dari filmnya terdahulu, baru aku bisa ketemu novelnya. Dan aku bahagia karena novel ini difilmkan, karena kita jadi lebih bisa kenal dengan bangunan-bangunan bersejarah yang diceritakan dalam novelnya.

3. Perahu Kertas (Dee)



Dan novel yang ketiga adalah novel perahu kertas karya kak Dee Lestari. Menurut aku novel ini bagus banget. Nilai-nilai kehidupannya dapat, romancenya dapat dan nggak terlalu berlebihan. Setelah lama sejak aku baca novel ini  aku baru tahu kalau novel ini sudah difilmkan (kudet). Menurut aku filmnya bagus, sesuai dengan novelnya. Pemerannya juga cocok dengan tokoh di novelnya.

4. Remember When (Winna Efendi)

 

Lanjut lagi. Novel karya kak Winna Efendi itu menurut aku semuanya bagus, dari segi cover, tata bahasa,, penyampaian, sampai masalahnya. Aku suka semua novel karya kak Winna termasuk novel ini, tapi entah kenapa sewaktu nonton filmnya kok rada nggak srek ya, beda dengan film yang sebelumnya, Refrain. Film yang diangkat dari novel kak Winna yang satu ini, menurut aku banyak kekurangannya dan ini salah satu novel yang menurut aku gagal dalam pemfilmannya.

5. Sunshine Becomes You (Ilana Tan)



Dan novel terakhir yang aku bahas adalah sunshine becomes you karya kak Ilana. Novel yang sempat membuat para pembaca setia kak Ilana heboh. Menurut pendapat aku novel kak Ilana ini bagus banget. Beda dari novel-novel kak Ilana yang lain dan sewaktu tahu kalau novel ini mau di filmin. Aku ngerasa kayak nggak rela karena harus mengubah imajinasi aku tentang tokoh-tokoh yang ada di novelnya.
Apalagi sewaktu aku ngeliat cast-nya dan ngeliat kalau sewaktu di filmin. Novel ini diganti genre menjadi sedikit comedi. Rada nggak rela, karena yah novel kak Ilana itu bagus dengan sendirinya. Nggak perlu lah mengubah genre atau apa. Kalau hanya sekedar di kurangin mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai di tambah jadi segitu banyaknya, menurut aku film ini mengecewakan para pembaca novelnya.

OK. Mungkin ini aja yang bisa aku bahas di tema minggu ini. Sebenarnya masih banyak novel yang difilmin yang pengen aku tulis. Tapi kayaknya ini aja udah kebanyakan. Maaf kalau ada yang ngerasa nggak enak sama blog aku kali ini. Kita dibebaskan untuk berpendapat bukan? Oke sekian ya~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar